DISCUS FISH WORLD
















DISCUS FISH HABITAT

Like in Amazon Basin River, Discus fish
recommended changing the pH for culture
The Discus.
~ For Display Tank pH is  6,5 - 7,5
~ For Breeding Tank pH is  5,5 - 6,5
~ For Growing Tank pH is 6,8/6,9 - 7,4
If you need to lower pH use peat/cocos

Kunci Pemeliharaan Ikan Diskus
terletak pada pengelolaan air.

Air pada bududaya ikan Diskus

sangat membutuhkan tata kelola

yang khusus, dan sangat berbeda

dari Ornamental freshwater fish

yang lain. Air tanah tetap dapat

digunakan tetapi diolah dahulu

agar soft dan tidak mengandung

logam berat seperti mangan, besi dll.

Teknologi nya dapat dibuat
sederhana
dan murah  sampai
dengan konsep
reverse osmosis.

Silakan
tetap semangat dan jangan
putus asa dan patah arang  dalam

memelihara dan  membudidayakan

queen of Ornamental fish ini.
Percayalah betapa menyenangkan
dan mudah mengembangbiakkan
Ikan Diskus ini.
Salam hangat
dari Agus Suwardi Smile






JOURNEY DISCUSFISH

BLACK WATER RIVER



The water of Amazon Basin
River : black water ( it is from
decomposed organic ), clear
and yellow water that is from
sedimentation soil and banks.
Discus fish find out among
clear and white water not
finding in black water stream.

10 Tips Breeding Discus Fish
Tips bagi Pemula :

1. Siapkan diri berdasarkan kesungguhan hati
memelihara dan membudidayakan Discus Fish

2. Siapkan air yang berparameter sesuai dengan
ikan diskus Ph netral 7 ideal Ph Diskus 5,5 - 6,0

3. Siapkan aquarium yang sesuai peruntukannya
display, breeding, juvenile, atau karantina dll.
Pilihlah sesuai segmentasi pemeliharaannya.

4. Bagi pemula tidak direkomendasikan untuk
memelihara diskus lepas sapih ( 1 - 2 inch)
karena rentan kematian dan sakit bila airnya
bermasalah atau mengandung logam berat.

5. Pilihlah Discus Fish yang telah melewati pasca
kritis diatas 3-4 inch. Memang sedikit lebih
mahal karena sudah masuk cost biaya pakan.

6. Buatlah pakan buatan burger diskus dengan
bahan utama jantung sapi ( beef heart ) dst
(tunggu artikel berikutnya ttg pakan ikan diskus)

7. Tidak disarankan memberi pakan alamiah,
seperti cuk, cacing sutera, larva dll yang di-
peroleh dari tangkapan alam langsung, karena
perairan terbuka saat ini tidak menjamin
bebas dari parasit dan logam berat dan racun.

8. Pemberian pakan alamiah seperti bloodworm
beku harus diselingi dengan pelet buatan
sendiri atau pabrik, misal Tetra Bit. Dengan
pemberian pakan yang bervariasi Diskus akan
cepat besar dan sehat serta dapat beradaptasi
di semua segmentasi pakan.

9. Gunakan sponge filter yang berkualitas untuk
menyerap amonia dan nitrat di bagian dasar
akuarium.

10.Sedot atau syphon lah dasar akuarium Diskus
30 menit setelah pemberian pakan. dan
tambahkan air akuarium dengan parameter yang
sama dari yang terbuang tadi. Cool

DISCUS FISH INDONESIA

FACTS OF OUR DISCUS FISH

FACTs OF OUR DISCUS FISH

by Drs. AGUS SUWARDI

 

Tak dapat disangkal lagi bahwa Ikan hias Diskus telah menjadi primadona yang menjanjikan harapan dan prospektif di masa depan. Ikan yang menjadi simbol keindahan akuarium diseluruh dunia ini, memang memberikan banyak inspirasi bagi siapa saja pelakunya baik sekedar hobiis maupun bisnis. Dengan menyandang gelar Ratu Ikan Hias Air Tawar, maka keberadaan ikan hias Diskus menjadi fenomenal dan berada pada segmentasi hobiis dan retail bisnis yang eksklusif, baik ditinjau dari sisi cost of interest maupun market value.

 

Keberadaan Ikan Diskus di Indonesia sudah tidak dapat dikatakan hal yang masih baru. Siapapun yang menggeluti dunia ikan hias air tawar dapat dipastikan mengetahui sisi keindahan ikan hias ini yang sulit ditandingi dari ikan hias manapun.Namun, pada masyarakat secara umum banyak yang masih bertanya-tanya bahkan belum pernah melihat sosok ikan hias Diskus ini. Hal ini terjadi akibat sosok ikan hias Diskus secara tak sengaja masuk dalam kategori ikan eksklusif. Akibat pencitraan yang terlanjur masuk dalam ranah berfikir masyarakat luas bahwa ikan hias Diskus adalah ikan yang teramat sulit untuk dipelihara apalagi dibudi daya. Meskipun telah banyak peranan para penulis buku tentang budidaya ikan Diskus seperti Daniel Indarta, Benny Herman, Heru Susanto, Anton Saksono dll yang telah memetakan segala kemudahan tentang budidaya ikan hias indah ini maupun referensi dunia Diskus dari Heiko Bleher lewat ensiklopedi Bleher's Discus tetap saja ikan hias Diskus masih fenomenal dan bukan sembarang ikan.

 

Terlepas dari eksklusif nya ikan hias ini, ada hal yang begitu crucial yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stake holder maupun praktisi ikan hias Ornamental pada umumnya di Indonesia.  Pertama, kehadiran Raiser ikan hias di Cibinong Bogor yang dimaksudkan untuk mengatur tata kelola dan manajemen hulu hilir ikan hias di Indonesia yang memberdayakan seluruh pelaku ekonominya mulai petani ikan hias, breeder, agen hingga eksportir belum menunjukkan hasil yang signifikan terbukti semua komponen pelaku ikan hias masih parsial berusaha. Kehadiran Raiser ikan hias ini semestinya dapat menjadi barometer ikan hias khususnya ikan hias Diskus seperti di Penang dan Singapura.  Kedua,  telah berulangkali diselenggarakan Kontes ikan hias Diskus di Indonesia dan pada tahun 2011 dan 2012 diselenggarakan Kontes Diskus berskala Internasional di Mall Taman Anggrek Jakarta, dengan mendatangkan juri sekelas Cuneyt Birol. Kontes Diskus ini meski berskala Internasional gaungnya belum beresonansi ditengah masyarakat kita secara luas. Masih berputar pada ring satu Discus Lovers. Ketiga,  Balai Benih Ikan Hias baik di bawah Kementerian Perikanan dan Kelautan maupun Dinas Perikanan Provinsi belum maksimal dalam menjadi plasma pembudidayaan ikan Diskus pada umumnya di wilayahnya.  Jangankan mencari bibit ikan Diskus berkualitas, di Balai benih ikan hias nya saja tidak ada ikan Diskus. Keempat,  Pelaku retail bisnis berupa outlet dan toko ikan hias Diskus yang berada di berbagai penjuru kota besar masih banyak yang belum memahami karateristik ikan hias Diskus ini dan mereka hanya pada level menjual produk bukan menjual karya seni aquatik tentang Diskus ini. Margin yang besar dan memanfaatkan kelemahan literatur customer adalah hal yang sering di jumpai. Hal-hal yang tertulis diatas itulah yang penulis perhatikan dari seluruh rangkaian Tata Kelola ikan hias Diskus di Indonesia sulit untuk bergerak maju secara Komunal yang memberdayakan seluruh pelaku ekonomi ikan hias Diskus ini. Namun harapan yang cerah tetap ada pada budidaya ikan hias Diskus di Indonesia ini, antara lain :

 

1. Pasar yang selalu terbuka luas, baik skala lokal maupun regional maupun eksport.

2. Pasar eksport selalu mencari pasokan kuota jadi breeder pasti dicari

3. Nilai seni dan eksklusivisme ikan hias Diskus menjadi value status pemiliknya.

4. Rahasia dan teknik budidaya ikan Diskus makin terbuka kepada siapa saja yang berminat menggelutinya.

Sehubungan dengan tata niaga ikan hias Diskus ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran dalam tata niaga ikan hias Diskus ini :

 

1. Agar bibit dan Indukan Diskus berkualitas disiapkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan atau Dinas Perikanan Provinsi . Bibit yang berkualitas akan memudahkan Kualitas Diskus dimasa depan pada sektor hilirnya dan mata rantai ekonomi berikutnya.

2. Perlu digiatkan kembali Pelatihan Budidaya ikan Diskus bagi Discus Lovers maupun Masyarakat umum yang menjadikan dunia ikan hias Diskus sebagai pilihan alternatif peluang usaha yang  dibiayai Pemerintah maupun Lembaga Swasta misalnya dari majalah Trubus maupun pelatihan swakarsa mandiri.

3. Menginventarisir seluruh pelaku ikan hias Diskus baik petani, breeder, agen, toko ikan hias khusus Diskus, dan eksportir agar memiliki visi misi dan komitmen yang sama dalam memajukan ikan hias Diskus di Indonesia dengan konsep  "maju dan sejahtera bersama-sama"  dalam konteks seni dan keindahan aquatik Discus Fish.  Terbesit kadang penulis rindu kapan Diskus dapat booming seperti era Lou Han di tahun 1996 - 1997  silam dan dapat memiliki  pengurus Organisasi profesional ikan hias Diskus yang berdedikasi memajukan Discus Fish Indonesia dalam kancah lokal dan Internasional...semoga saja terwujud.

salam hangat dari Agus Suwardi Smile

Last Updated (Tuesday, 30 April 2013 18:58)

 

TENTANG AKU




My Name is Agus Suwardi. I am from Indonesian DiscusFish Network - Indonesia.
I would like to share about my experiences for Discus Fish.


This website comes as a manifestation of my interest on Discus Fish. At that time, I had a student who studying while he works in Discus Fish Farm. From him that I knew this fish. What a beautiful and graceful fish ! ha...Ha... that's really I am. They are relax and swim together at groups in the aquarium.

Since then, I began to read many literature about Discus Fish. Actually , the books that was time about explain these fishes are still not much. Finally my student explained his experiences taking care of Discus Fish as much as he can and from him too I know that these fishes have special characteristic.

He brought a couple pair of Discus Fish and give it to me for breeding. I still remember the type what he brought last time, the type is Golden Marlboro in Yellow - like a gold 999. He said to me, " Sir...would you please take it  and keep on living  of these Discus Fishes ? I will ! I said to him very interest. He was continue and said to me that I have to learn how they living and their habit.
Then, a couple pair of Discus Fish lay eggs and hatch it ! Wow... amazing... lots of eggs that hatched in front of me at night. Wow.. It's a Wonderful Fish...indeed evidence of God's majesty. But after their surprised, unfortunately small fish were dying one by one without  I am not able to prevent it. Everyday...one by one that smooth little Discus Fish died. I don't know why... The reason and the answers I got it later. Spent enough time and management how to breed are the key to success . I work outside as a public servant start morning until night, six days a week and have not much time to care baby Discus Fish. At that time, I only slept 4 hours every night just for explore how their lay eggs and observer the behavior of Discus Fish.


Enough Time, Power, a lot of Money and many other things spent to get the beauty and knowledge of Discus Fish. There is no time to surrender. Don't lose your opportunity with Discus Fish. Don't lose your skill, technology and knowledge of them. I also tried writing my experiences to keep and breed the Discus Fish. Unfortunately, until now still manuscript. Absolutely  my love for Discus Fish is never dull. Ornamental Discus Fish has provided motivation for me to in love deeply with this fish. Through books, magazines, and observe from the spawn fish breeding, make a provide challenge to me.  To Anyone who is an observer and practitioner of Discus Fish, I have to say to keep on your spirit and continuing work for creation of new Discus Fish Strain and continues it treasures to advancement of Ornamental Discus Fish for the next future.

Let's do all the best for Discus Fish Living
Best Regards, Agus Suwardi Smile


Last Updated (Tuesday, 30 April 2013 19:08)

 

Queen of Freshwater Fish


DISCUS FISH
MANAGEMENT


by Drs. Agus Suwardi



Membudidayakan Ikan Hias Diskus (Symphysodon discus) sama artinya dengan mengelola air. Atau lebih tepatnya tata kelola dan management air. Parameter air yang menjadi syarat mutlak kehidupan ikan Diskus di habitatnya memang berbeda dan unik dari ikan hias lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena  ikan Diskus di habitat aslinya di anak-anak sungai Amazon dan Rio Negro yang berarus tenang relatif hangat suhunya dengan kisaran antara 26-28 derajat celcius, dan tingkat Ph atau keasaman airnya berada pada kisaran 5 - 6,5 dan dH air atau kekerasannya 3 - 5 dH.

Tingkat Ph air yang cenderung asam tersebut diakibatkan oleh aktifitas bio-organik yang berasal dari daun, akar dan batang-batang pohon yang terendam air sungai dan berasal dari tanin filterasi tanah humus. Keadaan tersebut membuat peri kehidupan ikan Diskus sangat khusus dan tidak dapat bereaksi secara cepat dalam perubahan Ph dan dH yang ekstrim. Hal inilah yang terkadang dikeluhkan bagi para pemula hobiis yang baru pertama kali memelihara ikan Diskus. Baru beberapa hari saja ikan Diskusnya mati akibat pola pergantian air yang ekstrim.

Tata Kelola atau management air untuk budidaya dan pemeliharaan ikan Diskus harus direncanakan dengan matang dan melalui tahapan yang tepat. Tata kelola disini yang dimaksud adalah :

1. Sumber air bagi pemeliharaan ikan Diskus berasal dari mana

Ada yang bersumber dari air tanah asli, air kolam endapan, air sungai, air PAM maupun air hujan.
Semua sumber air bagi pemeliharaan ikan Diskus 'wajib' dikelola dengan hati-hati dengan memperhatikan parameter kimiawi air tersebut.
Parameter kimiawinya dapat diukur dengan menggunakan Ph digital maupun Ph lakmus berupa kertas indikator yang dapat diperoleh di toko ikan
hias besar atau toko kimia air. Cara sederhana untuk menetralkan air adalah dengan memberi beberapa lembar daun ketapang dan diinapkan beberapa hari terkena panas matahari dan embun. Air hujan tidak direkomendasikan untuk memelihara ikan Diskus dalam bentuk 100% air hujan. Air hujan dengan perbandingan tertentu dapat digunakan untuk merangsang ikan Diskus bertelur dengan rekayasa penurunan Ph air akuariumnya.
Air PAM sangat ideal bagi pemeliharaan dan pemijahan ikan Diskus karena relatif airnya bebas dari organisme patogen. Namun, air ini sebelum digunakan wajib diaerasi dengan blower udara agar kandungan kimiawi kaporit nya menguap. Apapun jenis airnya yang penting modifikasi dan perlakuan sofly air akan membuat ikan Diskus hidup ideal sebagaimana di habitatnya.

2. Air Tampungan di Gentong Tanah Liat

Air yang sudah 'lama' diaerasi di akuarium lebih dari seminggu dan sudah diberi methylen blue dapat disimpan di gentong besar dari tanah liat yang sudah terdapat tanaman air atau melati air/lily air. Air endapat di dalam gentong tersebut sangat baik bagi pemijahan ikan Diskus.

3. Air endapan dengan menggunakan media akar pakis (bersambung...to be continued)

Last Updated (Tuesday, 30 April 2013 19:26)

 




ORNAMENTAL DISCUS FISH


by  Drs. Agus Suwardi

Ornamental fish such as Discus is to impress anyone who sees it. Why not? Fish from the Amazon River and its tributaries child, so charming and getting a degree in Indonesia as the Queen of ornamental fish.Symphysodon Discus is the scientific name attached to it. With three major name that is the Green Discus Symphysodon aequifasciata, Brown Discus Symphysodon axelrodi and Blue Discus Symphysodon haraldi by scientific name.

As the development time. Now, ornamental fish breeding Discus scattered all over the world, not least in Indonesia. Geographically, Indonesia is tropical, hot and humid which is not much different from the original habitat of ornamental fish in the Amazon jungle disc, so that breeding Discus fish is growing rapidly in Indonesia.

Almost the same as in any hemisphere, anyone who wants to play with these ornamental fish need to be studied carefully and equip themselves with enough knowledge so that what is done to prevent failures.

Ornamental fish Discus has a unique characteristic of life is very different from other ornamental fish. This is sometimes not realized by us. From the start of chemical water, the degree of water temperature, PH balance, DH water hardness, a disease that attacks the fish, all must be learned diligently.

Studies on ornamental fish Discus growing rapidly. When the decade of the 80's Discus fish breeders in Indonesia, many have difficulty in understanding this fish. In fact, until now there are many fish farmers in Indonesia are still relying on natural talent and repeated trials which until now also become the main obstacle disc development in Indonesia. The entire cost, time, and effort has been sacrificed for the development of these beautiful ornamental fish, but ultimately not a few who out of business because not able to do much. Moreover, the Government's attention to the ornamental fish sector has not been able to touch the basics, including who his breeder, where its market, whatever the technology, not to mention talk about events and contests of ornamental fish that sometimes there are sometimes not.

Now, after more in-depth knowledge about habitat and habits of this fish in the wild, is supported by information and communication technology advancement and ease of transportation, management of ornamental fish discus continues to progress. Both at the level of a hobby, small farmers, as well as large-scale breeders discus fish.

In Cibinong, West Java, Indonesia, the Government through the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries has established Raiser for ornamental fish trade system. However, synergy has not managed so that its existence has not touched the grade value ornamental fish in Indonesia.

Through this website, the author invites the practitioners and stakeholders related to the progress and development of discus fish, both at the level of a hobby as well as on business segmentation.

To anyone who deals with the business of ornamental discus fish I ask not to give up any obstacles in the struggle with ornamental fish, discus. Hard work and patience are the roads to the beauty and harmony are awarded from this beautiful fish.


Best regards,

Agus Suwardi






Last Updated (Sunday, 28 April 2013 14:17)

 

UNDERGRAVEL AQUARIUM FOR DISCUS FISH

oleh : Drs. Agus Suwardi


Bagi penghobi ikan hias Diskus biasanya dihadapkan pada persoalan 'waktu' yang sempit dan terbatas dalam pengelolaan dan pemeliharan ikan hiasnya, sehingga set up aquarium yang sesuai kondisi hal tersebut mutlak dicarikan solusinya. Persoalan penggantian air dan perawatan lainnya agar penampilan Diskus dalam aquarium menjadi menarik dapat dilakukan dengan set up aquarium under gravel. Under Gravel Aquarium adalah konsep memfilter air aquarium dengan memanfaatkan bakteri pembusuk didasar aquarium tersebut berfungsi dan tetap memfilter menghasilkan air aquarium tetap jernih dan sehat.

Persiapan set up under gravel aquarium ini tidaklah rumit. Pertama kali adalah menyiapkan aquarium yang akan di set up. Under Gravel dapat diperoleh di toko ikan hias dan pasanglah under gravel tersebut sesuai luas dasar aquarium yang diinginkan. Beberapa alat yang diperlukan bagi Under Gravel Set Up Aquarium For Discus Fish adalah :


1. Mozaik plastik under gravel filter dan selang serta perlengkapan lainnya
2. Mesin filter sub mersible misalnya Atman atau Yamano
3. Busa/Dacron Filter yang berkualitas baik
4. Cacahan 2-3 lembar daun ketapang kering
5. Granule atau butiran karbon aktif yang bagus
6. Zeolite bentuk pasiran atau granule kasar
7. Pasir silika biasa atau yang lebih lembut yang berwarna putih atau pasir silika kristal.

Cuci pasir silika, pasir zeolite, karbon aktif sampai bersih. Indikator ketiga bahan tersebut bersih adalah bila pasir silika airnya sudah mendekati bening 25 % dan karbon aktif adalah warna hitam pekat sudah berganti dengan warna kebeningan air, serta zeolite sudah menunjukkan kandungan kepekatannya sudah tidak pekat lagi. Cacahan daun ketapang jangan berlebihan agar tidak membuat air menjadi kuning. Cacahan ini dimaksudkan untuk mempertahankan Ph air di bawah angka 7,0. Zeolite mengendapkan partikel air yang keruh serta menyerap kandungan logam di air seperti mangan dan besi. Karbon aktif berperan menyerap racun dan zat bau ikan baik sekresi lendir maupun nitrat. Pasir silika membuat bening air serta memberi penampilan aquarium menjadi lebih menawan.

Setelah alat dan bahan siap. Set Up Aquarium Under Gravel For Discus Fish adalah berikut :

1. Pasang Under Gravel Filter dengan hati-hati pada dasar aquarium
2. Pasang Mesin filter air sub mersible pump dengan kokoh termasuk karet perekat samping menempel di kaca aquarium.
3. Potong Dacron filter dengan gunting ,ukurlah luas bagian dasar aquarium dengan melebihkan potongan dacron filter nya 2-3 cm
4. Tutuplah seluruh permukaan under gravel filter tadi dengan dacron filter yang sebelumnya telah dibasahi air.
5. Untuk dacron disekitar kepala mesin filter digunting dan ditempatkan disisi kiri dan kanan mesin dan pastikan semua tertutup.
6. hamparkan cacahan daun ketapang diatas dacron filter tadi, lalu tutup dengan karbon aktif yang cukup.
7. Seluruh permukaan dacron harus tertutup karbon aktif. Saat ini 1 kg karbon aktif = Rp 25. 000,-
8. Tutuplah hamparan karbon aktif tadi dengan dacron filter dacron berikutnya. Jadi ada dua lapis dacron filter.
9. Taburi pasir zeolite dihamparan dacron tadi dengan ketebalan minimal 4 cm, lalu bagian atas covered dengan pasir silika kristal.
10. Pastikan menempatkan aquarium di sudut rumah yang menunjang estetika ruangan dan dapat sebagai eye catcher siapapun.
11. Mulai menuang aquarium tadi dengan air. Boleh air rumah kita sendiri atau air isi ulang.
12. Nyalakan mesin filter air aquarium under gravel set up for discus fish tadi dan bersihkan gelembung udara di sisi dalam.
13. Biarkan alat bekerja terus memfilter air aquarium tersebut sampai bening.
14. Teteskan metilene blue hingga biru gelap, dan air akan bening kembali karena berfungsinya karbon aktif.
15. Bila mempunyai kayu ornamen hias aquarium seperti kayu bakau dll dapat ditempatkan didalam aquarium tersebut.
16. Biarkan selama satu minggu air di filter tanpa ikan hias agar terbentuk ekosistem yang stabil airnya.
17. Setelah satu minggu cobalah masukkan beberapa ikan tetra seperti cardinal tetra atau neon tetra. Bila warna ikan-ikan hias
kecil tersebut tetap cerah dan sehat, esoknya masukkan ikan hias diskus kesayangan kita.....hmm selamat mencoba Smile


Last Updated (Wednesday, 01 May 2013 01:32)

 
More Articles...
Who Online
We have 110 guests online
AQUASCAPING

GRASS WATER WORLD

~ Riccia Fluitans         pH 5-8 /10-28° C
~ Cryptocorine            pH 5-9 /20-28° C
~ Echinodorus             pH 5-8 /15-26° C
~ Eleocharis                pH 5-8 /20-30° C
~ Sagittaria                 pH 6-9 /19-26° C
~ Ves. Dubyana          pH 5-9 /15-28° C
~ Micranthemum         pH 5-8 /20-26° C
~ Anubias Barterie       pH 5-9 /20-30° C
~ Mayaca Fluviantilis  pH 5-8/ 20-30° C
~ Nymphaea Lotus     pH 5-8 /22-30° C
~ Rotala Macrandra     pH 5-7 /22-28° C
~ Bacopa Caroliniana  pH 4-7/ 15-28° C
~ Cabomba Piauhyens pH 5-8 /18-26° C
~ Nuphar Japonica      pH 5-8 / 10-28° C

BEEF BURGER DISCUS FISH



Resep Pakan Buatan Discus Fish atau
yang biasa dijuluki Burger Discus Fish :
1. Jantung Sapi, Rp 65.000,00/kg
2. Hati Sapi,  Rp 35.000,00/kg
3. Bayam yang hijau segar
4. Omega Fish Liver Oil
5. Pro Growth and Spirulina

Ingatlah selalu Bahwa Seni Merawat
dan Memelihara Discus Fish ialah
Keindahan Seni Aquatik Alami.
Jangan gunakan Pigmen imitasi.
Gunakan Pigmen Alami. Diskus Fish
adalah manifestasi  betapa indahNya
Dia lewat warna warni Discus Fish
Biarlah Discus Fish hidup dalam
"kesuburan" dan "matang gonad"
Membuat Discus Fish mandul
karena pigmen warna kimiawi adalah
mencederai keindahan itu sendiri :)



TIPS BREEDING DISCUS FISH
No Feed URL specified.